Day 2: Central Java Tour bersama Inazuma GW250

20150123_095435

Perjalanan hari pertama Central Java Tour berlanjut pada hari kedua, Jumat, 23 Januari 2015 yang dimulai dari tempat menginap Motobikerz.com di Hotel Dieng Kledung Pass. Setelah beristirahat cukup, sarapan pagi, mandi air hangat, maka perjalanan hari kedua Central Java Tour siap dijalankan.

Di halaman depan Hotel Dieng Kledung Pass, Motobikerz membuat dokumen rekaman video produk review yang ikut serta dalam turing ini antara lain, Top Box SHAD 48, DryBag Duffle 7GEAR, TankBag Patrol 7GEAR, jaket turing A1AM Gear bersama celananya, dan juga testimoni tentang sepeda motor Suzuki Inazuma GW250 yang memang sangat pas buat kegiatan turing jarak jauh.

Oh yaa.. dekripsi tentang Hotel Dieng Kledung Pass secara singkat, lokasinya dihimpit oleh dua Gunung yang indah, yaitu Gn. Sindoro dan Gn. Sumbing, Jadi disini memiliki pemandangan yang indah disertai dengan udara yang sejuk. Saat Motobikerz menginap malah kedinginna dan membuat kaki jadi keram.

20150123_092952

Dari lokasinya yang strategis, Hotel Kledung Pass ini merupakan tempat yang sempurna untuk menikmati liburan di Wonosobo dan Dieng Plateau. Informasi dari petugas hanya membutuhkan waktu 1,5 jam setiap tamu dapat meluncur ke Dieng sekaligus melihat semua keindahan alam kahyangan Dieng yang disebut-sebut sebagai taman para Dewata.

Fasilitas dan pelayanan yang ditawarkan Hotel Kledung Pass cukup menyenangkan bagi Motobikerz.com yang walaupun hanya sempat bermalam satu malam di kamar standard seharga 290 ribi per malam. Kelebihan utama dari hotel ini adalah memiliki pemandangan yang indah untuk melihat dua gunung sekaligus dan ini menjadi kenyamanan tersendiri.

Hotel Kledung Pass ini terletak dijalur strategis, antara Semarang – Wonosobo dengan alamat Jl. Raya Wonosobo – Parakan Km 17, Wonosobo dan jika ingin menginap di akhir pekan sebaiknya lakukan reservasi via Hp. 081328119888

Tepat pukul 09.00 perjalanan Motobikerz kembali dilanjutkan. Baru saja meninggalkan Hotel Dieng Kldung Pass dan hanya seratus meter dari gerbang hotel, Motobikerz berhenti di tugu perbatasan antara Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Disana selama 30 menit membuat dokumentas foto sekaligus meng-upadate status di BBM dan Facebook.

20150123_094308

Sementara itu, grup yang terpisah menginap di Kota Pekalongan mengabarkan lewat WA Group bahwa mereka sudah check out dari Pekalongan sejak pukul. 08.00 pagi, dan janjian dengan Motobikerz ketemu di kawasan Wisata Dieng. Kalau membaca cerita Bro Johan Heru yang dikutip dari halaman blognya, dikatakan sebagai berikut:

Pukul 8 kami meninggalkan hotel Ratih Dewi menuju Dieng via Batang. Perjalanan menanjak sungguh indah, tiba di perkebunan teh jalanan berbatu dan menanjak sungguh menantang. Seperti offroad lah. Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk sangat menyenangkan. Dibeberapa lokasi kami berhenti sekedar melihat pemandangan dan berfoto. Andhika mengambil gambar selama perjalanan menanjak ini. Jalanan ini ternyata berujung di jalan raya banjarnegara tepatnya sebelum pasar batur banjarnegara. Jalanan sangat halus dan menanjak hingga kami memacu kendaraan 100 km/jam. Tiba di dieng pukul 10.30 dan kami menuju candi arjuna, untuk istirahat. Stephen juga baru meluncur dari wonosobo menuju dieng. Saat kami istirahat hujan turun sangat deras, ya sekitar 15 menit. Kami berfoto di candi arjuna.

Sementara itu Motobikerz jalan santai menikmati keindahan rute antara perbatasan Temanggung – Wonosobo. Jalannya sangat mulus hingga ke Kota Kretek dan selanjutnya 8 KM menuju Kota Wonosobo.

Berikut ini ada video rekaman perjalanan Motobikerz menuju Kota Kretek dan Wonosobo: Sebuah kamera GoPro terpasang di helm half-face putih TDR pada bagian samping kiri.

Tiba di Wonosobo sekitar pukul 11.00 dan perjalanan langsung dilanjutkan kearah utara yaitu menuju kawasan Dieng yang berajarak 26 KM. Jalanan mulai menanjak disertai dengan hujan ringan dan makin lama semakin menanjak dan curah hujan pun semakin deras. Untung saja sudah mengenakan jaket turing A1AM Gear yang terbukti waterproof dan tidak perlu repot dengan urusan hujan. Langsung bablas…

Motobikerz merekam perjalanan menuju ke arah Dieng dengan video berikut ini:

Pukul 11.45 akhirnya Motobikerz tiba di kawasan Dieng tepatnya di sebuah pertigaan dan tidak jauh disitu ada sebuah tugu bertuliskan “Welcome DIENG Kabupaten Wonosobo” yang cukup besar. Langsung saja berhenti untuk membuat dokumentasi sekaligus mematikan kamera GroPro.

Ternyata di lokasi tersebut ada rombongan mahasiswa UPN Jakarta yang sedang berwisata, mereka menggunakan dua buah mobil Avanza, dan sementara itu Motobikerz datang ke Dieng menggunakan sepeda motor. Salah satu mahasiswa UPN Jakarta tersebut menyapa kedatangan Motobikerz di tugu Dieng dan akhirnya kami langsung akrab berbincang-bincang. Sebagai tanda kenangan pertemuan singkat tersebut, kami foto bersama dengan motor Suzuki Inazuma GW250.

20150123_114157

Lagi asyiknya ngobrol dan berfoto dengan mahasiswa UPN, tiba-tiba lewat Bro Johan Heru, Bro Al Ibrahim dan Bro Andhika tepat di depan tugu Dieng tadi. Ketiga rekan tadi langsung meluncur ke sebuah masjid untuk shalat jum’at dan sementara itu Motobikerz menunggu di persimpangan Dieng. Menurut info dari Bro Johan Heru, mereka sebelumnya sudah berfoto di Candi Arjuna dan tadinya Motobikerz hendak menyusul ke candi Arjuna.

Selesai rekan-rekan melakukan shalat jum’at kami lebih dulu berfoto di Tugu Dieng dan kemudianj sepakat untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Wonosobo untuk makan siang Mie Ongklok yang akan dijamu oleh member ION Wonosobo, Bro Joshua Hendra.

Perjalanan balik arah menuju Kota Wonosobo, kembali dilakukan Motobikerz dan kali ini ikut bersama grup yang tadinya sempat terpisah di Kota Pekalongan. Perjalanan turun ini dalam kondisi yang cerah, jalan pun sudah mengering. Lagi, Motobikerz membuat rekaman video perjalanan ini dengan kamera yang dapat disimak berikut ini:

Pukul 13.30 rombongan sudah tiba di Alun-Alun Kota Wonosobo, dan ternyata Bro Joshua menggunakan mobil sudah menunggu kami. Bro Joshua langsung mengantar kami menuju lokasi kios makanan khas Wonosobo Pak Muhadi yaitu untuk menikmati  makanan Mie Ongklok plus sate ayam yang terletak di Jl. A. Yani No. 1 Kota Wonosobo. Selagi turing kemudian menikmati makanan khas dari setiap daerah memang sangat nikmat, hal begini jangan pernah dilewatkan begitu saja.

20150123_132632

Bicara soal Mie Ongklok, secara ringkas menu makanan ini ini terdiri dari mie, kol, dan kucai yang dicampur dengan bumbu kacang lalu diberi kuah jenang. Kuah jenang sendiri terbuat dari bahan dasar gula jawa, ebi, pati, serta rempah-rempah yang diolah. Setelah bumbu kacang dan kuah jenang dicampur lalu di ongklok (diaduk), tidak lupa diberi kecap, merica, dan bawang goreng. Untuk mendapatkan hidangan yang lebih sempurna, Mie Ongkok pun dapat dinikmati dengan lauk pendamping seperti sate sapi, tempe kemul, dan aci goreng.

20150123_134200

Motobikerz mengucapkan banyak terima kasih kepada Joshua atas jamuan makan siang ini, dan harapannya bisa datang lagi ke Wonosobo.

Menjelang pukul 15.00 perjalanan grup riding ini kembali dilanjutkan, sesuai kesepakatan bahwa rute yang dipilih adalah dari Wonosobo – Kretek – Kepil – Salaman – Candi Broubudur. Jadi tujuan berikutnya adalah candi Borobudur via Kepil.

Dari obrolan dengan Bro Joshua Hendra, disebutkan bahwa jalur Kepil jalannya kecil, dan masuk hutan pegunungan. Rute ini bisa tembus ke jalan yang besar yaitu arah Purworejo (selatan) atau ke Salaman (utara) dan seterusnya ke Candi Borobudur. Wah.. ini jalur menarik yang memang harus di lewati Motobikerz ketimbang lewat jalan besar.

Sementara Motobikerz sedang mengenakan sarung tangan dan pamit dengan Bro Joshua Hendra di muka warung Pak Muhadi, mendadak ketiga rekan grup riding sudah ngacir lebih dulu. Sekejap mereka menghilang di keramaian Jl. Ahmad Yani Wonosobo. Singkat cerita Motobikerz kembali terpisah dengan grup dan perjalanan ke Candi Borobudur dilakukan sendiri saja alias solo riding.

Motobikerz pun menjadi sadar bahwa arah motor Inazuma sepertinya menuju Banjarnegara, bukan ke kota Kretek. Untung saja ada jalan alternatif yang bisa tembus ke arah Kretek dan jalur ini biasanya dipakai sebagai jalan alternatif (arteri) menghindari kota. Motobikersz langsung belok kiri dan ujungnya tembus dekat terminal Jl. raya Wonosobo – Kretek.

Hujan rintik-rintik kembali mengguyur perjalanan Motobikerz menuju pertigaan di pusat kota Kretek. Pada persimpangan ini terlihat jelas arah tujuan, kalau ke kiri arah Parakan – Temanggung – Magelang. Sedangkan kalau terus ke arah Purworejo – Jogjakarta. Sedangkan Kepil menuju arah Puworejo dan nantinya akan belok ke kiri, jadi tidak sampai ke Puworejo sudah belok kiri masuk kawasan hutan.

Hujan terus mengguyur dengan kondisi jalan terus turun menurun, dan rasa kencing sudah tak terhankan sehingga Motobikerz mampir dulu disebuah pom bensin untuk buang air kecil sekaligus minum kopi untuk menghilangkan rasa ngantuk.

Cuaca semakin gelap akibat hujan dan kabut, apalagi sesudah mamasuki rute Kepil ini jalannya kecil dan mulai jarang ditemui kendaraan pribadi, bus, maupun sepeda motor. Ada rasa penasaran apakah rute ini sudah benar, pasalnya jalan semakin mengecil, rusak dan jarang ditemui kendaraan yang melintas. Setiap desa yang dilewati bahkan tidak ramai, dan ini rute yang penuh tantangan, apakah tetap diteruskan atau bagaimana?

Namun lama kemudian udara semakin terang karena hujan sudah berhenti, dan begitu juga lebar jalan semakin membesar dan menemukan jalan mulua yang dipacu hingga 100 KM/jam. Tak lama kemudian akhirnya Motobikerz muncul disebuah pertigaan jalan raya antara Purworejo – Magelang, dan simpang tiga ini mungkin hanya berjarak 10 KM ke Puworejo. kalau mau gampang, bisa terus ke Jogja lagian sudah dekat.

Tapi sesuai agenda Central Java Tour, titik perhentian berikutnya adalah Candi Borobudur, maka dari itu Motobikerz tetap melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur. Namun sebelum ke arah Salaman, Inazuma GW250 merah mengisi bensin full tank pertamax sebanyak 6.2 liter di SPBU Triejo – Loano, Jl, Raya Magelang.

Setelah bensin full, maka perjalanan langsung digeber pada rute jalan raya Purworejo – Magelang. Rata-rata kecepatan berada diangka 80 hingga 120 km/jam. Jalan lurus lebar dan menanjak membuat Inazuma sekamin panas untuk diajak kencang walaupun disertai dengan hujan rintik-rintik. Tak terasa, akhirnya Motobikerz sudah sampai dipertigaan Salaman sekiatr pukul 17.15.

20150123_171444

Di depan tugu Salaman, Motobikerz berhenti dan berfoto dulu. Kemudian mengabarkan kepada rekan-rekan satu grup yang terpisah sejak dari Wonosobo, untuk memberi info dimana posisi terakhir Motobikerz. Sementara itu, rekan-rekan tadi ternyata sudah sampai di Muntilan,dan baru di ketahui jika grup tersebut memilih jalur Parakan – Temanggung – Magelang, dan bukan lewat jalur Kepil sebagaimana yang sudah disepakati saat makan siang di Wonosobo.

Perjalanan Motobikerz kembali dilanjutkan menuju Candi Borobudur, dan untuk menghindari gelapnya surya di Candi Borobudur, maka kembali Inazuma diajak full speed disertai dengan hujan gerimis.

Sekitar pukul 17.35 akhirnya Motobikerz sudah tiba dihalaman depan Candi Borobudur. Seorang guide dengan bayaran 20 ribu, mengajak Motobikerz ke halaman belakang Candi Borobudur untuk membuat foto. Sayang sekali pagar besi yang cukup tinggi warna hijau menghalangi puncak Candi Borobudur. Tapi tak aalah yang penting Inazuma GW250 milik Motobikerz sudah diajak ke kawasan Candi Borobudur, dari pada ngga sama sekali.

Sementara itu, info dari WA Grup dikabarkan bahwa posisi Bro Johan Heru berjarak 20 KM dari Candi Borobudur. Mereka menunggu kedatangan Motobikerz di sebuah pom bensin perbatasan Muntilan Jogja sebalum gapura welcome Jogja atau jembatan panjang. Yups.. kalau begitu Motobikerz akan segera menyusul otw kesana. Ini sebuah balasan WA pukul 17.52 usai melakukan foto-foto di halaman depan candi Borobudur.

20150123_175108

Pukul 18.00 Candi Borobudur ditinggakalkan dan hari semakin gelap, namun hujan gerimis tetap turun. Sampailah Motobikerz di pertigaan Jl. raya Magelang – Jogjakarta. Sejak lepas Candi Borobudur tadi, Inazuma terus digeber dengan full speed bahkan di jalan uatama menuju Jogja juga kecepatan tinggi tetap dipertankan sambil selap selip keramaian mobil di jalanan.

Nikmatnya bekendara Inazuma menuju Jogja, akhirnya Motobikerz jadi lupa untuk berhenti pom bensin perbatasan Muntilan Jogja sebalum gapura welcome Jogja. Yah.. bablas terus sampai Kota Jogjakarta.

Pukul 18.50 akhirnya Motobikerz sudah tiba di Jogjakarta dan mengabarkan kepada teman-teman via WA Gruop bahwa Motobikerz “kebabalasan” dan langsung menuju penginapan di Wisma Sargede di Jl. Pramuka tempat berlangsungnya acara Munas ION yang dilaksanakan esok harinya, Sabtu 24/1/15.

Pukul 19.15 Motobikerz sudah tiba di Wisma Sargede, check-in dan ngobrol-ngbrol dengan teman ION yang sudah lebih dulu berada disana. Bahan cerita soal terpisah dari grup menjadi obrolan dan candaan anak-anak ION, namun yang lebih lucu lagi adalah peserta turing yang terpisah atau tertinggal malah koq lebih dulu sampai di Jogja. Hehehe…

Pada malam harinya, pukul 21.00 Motobikerz makan malam angkringan di depan Wisma Sargede. Dua orang rekan, Bro Koko dari HTML Jaksel yang berdomisili di Jogja, dan Bro Fredy Setiawan pemilik Fredy Motoshop Jogja ikut menemani jamuan makan malam angkringan. Kami bertiga hadir menyapa rekan-rekan bikers Jogja khususnya ikut kopdar KOMBO JOGJA yang berlokasi di sekitar Kantor Pos Jogja.

Pukul 23.30 Motobikerz kembali ke Wisma Sargede dan bertemu dengan Bro Johan Heru dan Bro Al Ibrahim yang sama-sama menginap dalam satu kamar di Wisma Sargede. Obrolan panjang masih berlanjut dengan kedua rekan satu grup ini yang tadi sempat terpisah sejak dari Wonosobo. Tak terasa dengan waktu.. akhirnya Motobikerz sudah tertidur dengan pulas. Wzzzz…

Rute Day 2

2 thoughts on “Day 2: Central Java Tour bersama Inazuma GW250

  1. johanheru says:

    keren bro video go pronya, thx

  2. […] ternyata Bro Hendra Joshua yang menjamu Motobikerz saat maka siang Mie Ongklok di Wonosobo (artikel ini). Bro Joshua Hendra juga tercatat sebagai anggota ION […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *