One Horizon Adventure EduGathering

IMG_20151219_1239

Pagi itu, Sabtu 19/12/15, pukul 07:30, matahari masih tertutup awan mendung. Hujan yang turun sejak subuh, belum juga mereda. Meski udara dingin menggigit, namun dusun Tersono, Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Probolinggo, sudah ramai dengan suara puluhan sepeda motor peserta acara sumbang buku yang diadakan oleh One Horizon Adventure yang merupakan sebuah Gerakan Sosial pada bidang Pendidikan. Tujuan mereka adalah SDN Sapih 2 yang terletak di Dusun Pondok Terop.

Setelah berkumpul, para peserta melanjutkan perjalanan ke tujuan lokasinya berjarak 3 km dari Dusun Tersono. Jalur sepanjang itu ditempuh dalam waktu 3 jam karena sulitnya lintasan yang dilalui. Hujan yang turun membuat jalan tanah berubah menjadi lumpur, bebatuan pun menjadi licin. Namun, hal itu tidak mengurangi semangat para peserta, bahkan beberapa orang terlihat senang menemukan jalur tersebut. Jatuh tergelincir berkali-kali justru menjadi bahan candaan yang menambah keceriaan. Banyak juga yang sengaja memotret motor yang rebah di tanah sebelum dibangunkan.

Lintasan yang dilalui terbilang cukup berbahaya. Di sisi kiri ada jurang sedalam puluhan meter, sementara di sisi kanan berupa tebing. Lebar jalur berkisar antara 1 hingga 2 meter. Di beberapa tempat, tanjakan curam mencapai sekitar 30 derajat.

Tepat pukul 11:00, acara bertajuk Education Gathering tersebut dimulai. Diawali dengan kata sambutan oleh Pak Wahyudi, salah seorang dari hanya 3 guru yang hadir. Diikuti kemudian oleh pakde Riza Amrullah dari One Horizon Adventure, selaku penyelenggara.

Buku-buku beserta alat-alat tulis yang dibawa oleh para peserta segera dibagikan kepada murid-murid yang sudah berkumpul di dalam kelas. Acara dilanjutkan dengan beberapa permainan. Peserta dan seluruh murid bergabung dalam suasana ceria tersebut. Mereka semua mengikuti jalannya acara dengan ceria, seringkali terdengar teriakan para murid yang kegirangan ketika permainan dilangsungkan. Dalam hal ini, baik yang kalah maupun yang menang mendapatkan hadiah yang sama. Karena tujuannya adalah untuk senang-senang.

Usai makan siang bersama, antara peserta, murid dan guru-guru, juga beberapa orang warga dusun, acara dilanjutkan dengan menonton film Laskar Pelangi. Semua murid terlihat asyik menikmati tayangan tersebut.

“Kami terharu atas perhatian dan usaha semua peserta yang datang dari jauh untuk membuat murid kami senang”, kata Cipluk Winarsih, salah seorang Guru Tidak Tetap yang sudah mengabdi selama 13 tahun, mengajar di SD tersebut.

Disayangkan, bahwa Pak Suprapto, Kepala SDN Sapih 2 tidak hadir pada acara itu. Bahkan, warga mengeluh karena beliau jarang datang, belum tentu sekali dalam sebulan. Akibatnya, para guru pun kehilangan panutan serta sebagian murid pun tidak tahu nama pemimpin sekolah itu.

Keseluruhan rangkaian acara pada hari itu, ditutup dengan sesi foto bersama, antara para murid, guru-guru dan para peserta. Suasana menjadi haru ketika para murid dan peserta saling berpelukan menunjukkan bahwa seperti enggan berpisah.

Tercatat ada sebanyak 45 orang yang hadir. Mereka berasal dari beberapa kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogya dan Jakarta. Selain itu juga, ada beberapa orang yang tidak mencatatkan dirinya. Selain itu bagi mereka yang tidak bisa ikut ke lokasi, menitipkan bingkisannya kepada yang hadir.

Acara ini terlaksana atas kerjasama apik dengan berbagai pihak, yaitu: Respiro Ridingware, Sinnob Sprocket Gear, Badak Hitam Pannier, Adventuriders Indonesia, RECON, RUSH Indonesia, RISE Indonesia dan Ridetography Indonesia.

Gerakan ini seperti pisau bermata dua. Satu sisi menghadap pada subyek, yaitu murid-murid, agar mereka lebih giat belajar dan semangat untuk terus bersekolah. Sementara sisi lainnya menghadap kepada masyarakat, agar juga ikut peduli pada murid-murid SD, karena angka putus sekolah di Indonesia sangat tinggi. Setiap hari ada 4 anak putus sekolah, menurut data yang dikeluarkan oleh UNICEF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *