Bikerz perlu pahami bahaya abu vulkanik bagi kesehatan

IMG-20140214-WA0000

Gunung meletus, menghasilkan hujan debu. Terus apa efek sampingnya? Hati-hati bro.. para bikerz kudu wajib pahami soal efek samping abu vulkanik wajib di waspadai. Mungkin bikerz berpikir yang gampang aja.. wah ada yang sesuatu yang penting.. yuk jalan naik motor sekedar pakai masker.. terus melintasi hujan debu vulkanik. Nah.. kayaknya bikerz perlu lanjutkan bacaan ini:

Abu vulkanik terdiri dari partikel halus batuan vulkanik yang terfragmentasi (kurang dari 2 mm diameter). Apabila masih dekat gunungapi abu vulkanik tersebut masih panas, namun seiring bertambahnya jarak dengan gunung api, abu tersebut akan bersifat dingin.

Abu vulkanik terbentuk selama ledakan gunung berapi, dari longsoran batu panas yang mengalir di sisi gunung berapi, atau dari semprotan lava pijar.

Bentuk dan sifat abu vulkanik berbeda‐beda tergantung pada jenis dan bentuk letusan gunung berapi. Warna abu vulkanik dari abu‐abu terang hingga hitam, sedangkan untuk ukuran juga bervariasi mulai dari yang seperti grit hingga sehalus bedak.

Abu vulkanik dapat menghalangi sinar matahari, mengurangi jarak pandang dan terkadang menyebabkan gelap gulita pada siang hari. Letusan juga dapat menimbulkan guntur dan kilat dari gesekan antara partikel yang dapat dilokalisasi berada di atas gunungapi atau seiring dengan pergerakan abu yang diakibatkan oleh angin. Endapan abu dalam jumlah yang besar dapat menyatu dengan tanah dan akhirnya menjadi lapisan tanah atas dari daerah vulkanik. Endapan inilah yang nantinya membuat tanah di sekitar gunungapi menjadi sangat subur.

Dampak positif dari abu vulkanik ini kadang menyebabkan dampak negatif dari letusan vulkanik tidak dihiraukan lagi, sehingga di daerah vulkanik yang subur tidak jarang merupakan daerah dengan kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Abu vulkanik yang baru saja jatuh memiliki kandungan lapisan asam yang dapat menyebabkan iritasi pada paru‐paru dan mata. Lapisan asam akan mudah tercuci oleh air hujan, sehingga dapat mencemari persediaan air setempat. Abu asam juga dapat merusak tanaman, hal ini mengakibatkan kegagalan panen.

Secara umum, abu vulkanik menyebabkan masalah kesehatan yang relatif sedikit,namun lebih banyak menghasilkan kecemasan. Orang‐orang dapat menjadi lebih takut terhadap bahaya abu dan gas vulkanik terhadap kesehatan daripada risiko kematian akibat bahaya primer letusan gunungapi seperti aliran piroklastik. Meskipun demikian, hujan abu dapat mempengaruhi wilayah yang sangat luas di sekitar gunung berapi dan dapat menyebabkan gangguan besar untuk hidup normal. Layanan medis dapat memperkirakan bahwa peningkatan jumlah pasien dengan keluhan sakit pernapasan dan mata terjadi pada saat dan setelah peristiwa hujan abu.

Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan

Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dapat dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain dampak terhadap pernapasan, penyakit mata, iritasi kulit dan dampak tidak langsung akibat abu vulkanik.

Dampak terhadap pernapasan

Pada beberapa letusan vulkanik, partikel abu sangat halus sehingga dapat masuk ke paru‐paru ketika kita bernapas. Apabila paparan terhadap abu cukup tinggi, maka orang yang sehatpun akan mengalami kesulitan bernapas disertai batuk dan iritasi. Beberapa tanda‐tanda penyakit pernapasan akut (jangka waktu pendek) akibat abu vulkanik:

  • Iritasi hidung dan pilek
  • Iritasi dan sakit tenggorokan, kadang disertai dengan batuk kering
  • Untuk penderita penyakit pernapasan, abu vulkanik dapat menyebabkan penyakit menjadi serius seperti tanda‐tanda bronkitis akut selama beberapa hari (seperti: batuk kering, produksi dahak berlebih, mengi dan sesak napas)
  • Iritasi saluran pernapasan bagi penderita asma atau bronkitis; keluhan umum dari penderita asma antara lain sesak nafas, mengi dan batuk
  • Ketidaknyamanan saat bernapas

Dalam beberapa kasus, paparan jangka panjang terhadap abu vulkanik halus dapat menyebabkan penyakit paru‐paru serius. Dalam hal ini, abu vulkanik harus berukuran sangat halus serta mengandung silika kristal (untuk penyakit silikosis) dan orang‐orang tersebut terkena abu dalam konsentrasi tinggi selama bertahun‐tahun. Paparan terhadap silika kristal dalam abu vulkanik biasanya dalam jangka waktu yang pendek (beberapa hari hingga minggu). Studi juga menunjukkan bahwa batas paparan yang direkomendasikan (sama di beberapa negara) dapat terlampaui untuk jangka waktu yang singkat bagi penduduk secara umum.

Para penderita asma atau masalah paru‐paru lainnya seperti bronkitis dan emfisema, dan gangguan jantung parah adalah mereka yang paling berisiko. Partikel abu yang sangat halus dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan kontraksi sehingga mempersulit pernapasan, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki permasalahan paru‐paru.

Abu halus juga menyebabkan lapisan saluran pernapasan menghasilkan lebih banyak sekresi yang dapat membuat orang batuk dan bernapas lebih berat. Penderita asma, khususnya anak‐anak, dapat menderita serangan batuk, sesak dada dan mengi. Beberapa orang yang tidak pernah menderita asma dapat mengalami gejala seperti asma setelah hujan abu, khususnya jika mereka yang terlalu lama melakukan kegiatan di luar ruangan.

Penyakit mata

Iritasi mata merupakan dampak kesehatan umum yang sering dijumpai. Hal ini terjadi karena butiran‐butiran abu yang tajam dapat merusak kornea mata dan membuat mata menjadi merah. Pengguna lensa kontak diharapkan menyadari hal ini dan melepas lensa kontak mereka untuk mencegah terjadinya abrasi kornea. Tanda‐tanda umum antara lain:

a. Merasakan seolah‐olah ada partikel yang masuk ke mata
b. Mata menjadi sakit, perih, gatal atau kemerahan
c. Mengeluarkan air mata dan lengket
d. Kornea lecet atau tergores
e. Mata merah akut atau pembengkakan kantong mata sekitar bola mata karena adanya abu, yang mengarah pada memerahnya mata, mata terbakar dan menjadi sangat sensitif terhadap cahaya.

Iritasi kulit

Meskipun jarang ditemukan, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi kulit untuk sebagian orang, terutama ketika abu vulkanik tersebut bersifat asam. Tanda‐tandanya antara lain:

a. Iritasi dan memerahnya kulit
b. Infeksi sekunder akibat garukan

Sumber referensi: http://www.dnaberita.com/berita-100871-ini-bahaya-abu-vulkanik-bagi-kesehatan.html

Sumber foto: Prinkgo via WhatsApp Group (Meletus Gunung Kelud, 14/2/14)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *