Jajal All-new Honda CBR250RR Di Lampung

Pada Minggu (26/02/2017) salah satu Test Rider Motobikerz mendapat kesempatan dari PT. Tunas Dwipa Matra, selaku Main Dealer Honda wilayah Lampung untuk merasakan performa All-new Honda CBR250RR. Langsung saja Motobikerz yang diwakili oleh Bro Andy Qitink, mencoba All-new Honda CBR250RR ‘membelah’ kota Lampung kota selama sehari penuh.

Berbeda dengan beberapa motor terakhir yang Motobikerz uji sebelumnya, untuk test ride All-new Honda CBR250RR kali ini Motobikerz mengujinya sebagai motor harian, sekaligus membahas manfaat fitur riding mode All-new Honda CBR250RR. Rute pengujian yang dilalui adalah Jl. Diponegoro – Jl. Ahmad Yani – Jl. R.A Kartini – Jl. Teuku Umar – Jl. Z.A. Pagaralam – Jl. Soekarno Hatta.

Pertama kali ‘nyemplak’ di atas jok-nya memang cukup terasa aneh, pasalnya sehari-hari test rider kami, Bro Andy lebih terbiasa memakai motor naked bergaya touring. Jajal All-new Honda CBR250RR di Lampung dengan situasi lalu lintas di hari Minggu yang ramai butuh kesabaran ekstra, dan menjadi tantangan tersendiri dengan motor ini. Dan tentu saja motor ini langsung mengundang perhatian masyarakat Lampung yang rata-rata memakai motor skutik dan bebek.

Secara keseluruhan masih cukup nyaman digunakan untuk harian. Ini disebabkan fitur teknologi riding mode yang bisa disesuaikan dengan kondisi jalan dan keiingan penggunanya. Beberapa riding mode All-new Honda CBR250RR adalah comfort, mode sport dan mode sport+.

Dengan menggunakan mode comfort, All-new Honda CBR250RR bisa ‘sedikit’ lebih jinak karena respon dari throttle, tenaga, torsi juga menurun sehingga nyaman untuk melintasi jalan yang padat. Mode comfort juga bermanfaat meningkatkan safety saat kondisi hujan.

Ketika berada di kondisi jalan lengang, Motobikerz mencoba mode sport, tenaga dan torsi motor dalam posisi normal, sementara throttle respon pun meningkat agresif. Nah kalau mode ini paling cocok untuk dipakai touring bro, secara memerlukan speed konstan dan power ekstra untuk menyalip.

Terkahir mode sport+ (plus) di mode ini torsi maksimal dan throttle response yang agresif. Untuk mode ini cocok sirkuit atau ketika kita ingin mencari top speed.

Satu hal minus terdapat posisi pengendara, pasalnya untuk rider yang memiliki postur tubuh / badan kecil (tinggi rider kurang 165 cm), niscaya akan kesulitan untuk menahan beban motor seberat 165 – 168 kg (ABS) ini. Satu hal lagi, di awal pememakaian rider kemungkinan akan merasa pegal di bagian lengan, posisi berkendara yang agak condong kedepan otomatis membuat bobot rider sepenuhnya bertumpu di kedua tangan. Tapi hal ini tidak akan bermasalah bagi rider yang sudah terbiasa menggunakan motor sport.

Your comment: