Tips Touring: Pakai Baselayer Agar Nyaman dan Lancar

Di artikel ini saya hanya ingin sekedar berbagi informasi tentang perlunya memakai Baju Daleman Base Layer saat touring. Hal ini sesuai pengalaman sendiri dimana saya Solo Rider Stephen Langitan (SL) telah menyelesaikan berbagai agenda turing di Tanah Air, dan agenda turing yang terakhir adalah Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara, Indonesia – Malaysia dan Brunei pada bulan Januari 2017 yang lalu.

Adapun pengalaman yang bisa dibagikan yaitu saat touring kemudian diterpa hujan, apakah saya berhenti menunggu hujan reda atau tetap jalan walaupun masih turun hujan? Yang pasti selama 31 hari jalani Solo Touring BORNEO ini, saya hampir setiap hari diterpa hujan pada siang dan sore hari. Bahkan ada juga kena hujan seharian sejak start dari pagi hari.

Yang perlu dicatat bahwa kegiatan touring adalah sebuah perjalanan jauh, dan memakan waktu berhari-hari mengikuti time schedule alias agenda perjalanan dan rute yang sudah direncanakan. Nah.. jangan sampai gara-gara turun hujan kemudian agenda turing berubah atau dihentikan.

Pada ajang Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara, Solo Rider SL menggunakan Jacket RESPIRO Journey R3.1 seharga Rp. 995.500,- dan mungkin bagi sebagian orang mengatakan bahwa harga jaket ini cukup mahal karena didesain tahan air (waterproof). Menurut literatur dan fitur yang ada di website Respiro, bahwa jaket ini memiliki fitur windproof, bukan waterproof.

Dari seluruh pengalaman touring Solo Rider SL di dalam negeri maupun di luar negeri, tidak ada satupun jaket yang waterproof atau tahan terhadap air hujan dengan rentang waktu yang lama. Air hujan lama kelamaan dan secara pelan-pelan pastinya akan merembes dan menyentuh ke bagian kulit badan. Mau semahal apapun jaketnya, pasti jaket tersebut akan tembus air hujan apalagi jika dipakai pada saat hujan keras yang cukup lama.

Kalau begitu bagaimana cara mengatasinya? Apakah saya harus ganti jaket? Apakah saya harus menunggu hujan sampai reda? Yang pasti tidak ada cara bagaimana mengatasi jaket dari terpaan air hujan kecuali berhenti dan berteduh. Namun berikut ini ada 3 tips dan triks agar touring tetap jalan dan nyaman:

Tips pertama:

Sudah menjadi kebiasaan Solo Rider SL selalu menggunakan baju daleman yang disebut dengan Base Layer (bagian atas maupun bawah bawah/celana). Karena dengan base layer, berkendara motor menjadi lebih nyaman baik di kala turun hujan maupun di kala panas terik, sekalipun saat badan berkeringat.

Kelebihan pakai baselayer agar supaya menjadi cepat kering dan ini disebut dengan quick-dry. Biasanya Solo Rider SL saat berhenti minum kopi atau istrirahat makan siang langsung membuka jaket untuk mendapatkan quick dry dibadan. Keringat atau yang semula terasa basah akan cepat mengering.

Asal tau saja, baju kaos, atau t’shirt yang sering dipakai para biker pada umumnya terbuat dari bahan katun yang mudah menyerap air dan jeleknya kalau sudah kena air atau keringat lama keringnya (harus dijemur).

Oleh karena itu, jika masbro sedang berkendara motor, sebaiknya pilih baju kaos/t’shirt dari bahan yang cepat kering seperti base layer yang terbuat dari bahan sintetis aseperti polyester, polyamide, polypropylene, lycra, dan elastane.

Tips kedua

Lagi, ini dari pengalaman touring Solo Rider SL biasanya sih.. maaf tidak pakai CD (Celana Dalam) saat berkendara motor, karena hanya mengadalkan pakai celana “base layer pant” yang juga terbuat dari bahan sintetis polyester sehingga rembesan air yang tembus ke bagian selangkangan tidak menjadi persoalan. Tembus tetapi cepat kering.

Sudah tau kan kalau rembesan air hujan biasanya lebih dulu menerjang ke bagian selangkangan, dan bagi bikers yang pakai CD maka CD-nya akan menjadi basah dan ini tentunya sudah tidak nyaman lagi. Nah, dari pengalaman ini mungkin masbro bisa mencoba pakai base layer pant seperti celana pembalap sepeda, celana pendek yang dipakai buat jogging, pelari ataupun para pendaki gunung (hiking) dan sebagainya.

Tips ketiga

Tips yang ketiga ini hanya untuk Solo Rider SL saja, jangan ditiru. Kalau turun hujan biasanya perjalanan touring selalu diteruskan alias non-stop. Soal air hujan bakal tembus dan merembes adalah persoalan nomor dua karena yang lebih penting adalah waktu agar tepat waktu sampai ditujuan.

Hal yang perlu diperhatikan untuk barang-barang berharga seperti dompet, uang, passport, dan juga barang elektronik HP, kamera, charger sebaiknya disimpan ditempat yang tidak tembus air masuk kedalam box.

Biasanya Solo Rider SL memang tetap melanjutkan perjalanan di kala hujan, lagian biasanya hujan nantinya akan berhenti. Apabila turun hujan lagi dan hujan tidak pernah berhenti itupun sudah menjadi resiko dari kegiatan touring dan tidak menjadi masalah, karena menghadapi hujan sudah terbiasa dan tetap berkendara dengan lebih waspada dan ekstra hati-hati.

Pertanyaan mengapa Solo Rider SL begitu PD berkendara disaat hujan? Karena memang sudah terbiasa dan menggunakan daleman base layer, dan base layer pant. Jadi kalau sudah terbiasa maka ini akan menyenangkan. Hujan bukan menjadi halangan saat menjalani touring. Oh ya.. melintas hujan tentunya ada resiko sakit kena flu batuk pilek demam, oleh karena itu selalu siapkan obat-obatan pribadi dan vitamin yang dibawa dari rumah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *