KNC Indonesia Team 3 Explore Sulawesi: Rute Cirebon – Kudus

_DSC0126

Melanjutkan artikel KNC Indonesia Team 3 Explore Sulawesi, rombongan konvoi kembali menceritakan perjalanan touringnya. Berikut ini adalah cerita perjalanan mereka dengan rute rute Cirebon-Kudus sebagaimana ditulis oleh Bro Wahid selaku ketua pelaksana acara touring tersebut:

Setelah selesai beramah tamah degna regional kami di KNC Cirebon dan beberapa bikers perwakilan club-club motor di Cirebon, Tepat tengah malam team melanjutkan perjalanan menuju check point 2 kota Kudus. Kami sengaja memilih perjalanan pada malam hari karena menghindari padatnya lalu lintas disiang hari yang cukup menyita stamina karena panas dan teriknya jalur pantura. Kecepatan yang bisa dicapai pun dapat semakin tinggi karena lengangnya jalur pantura di malam hari.

Bensin terisi penuh dan stamina masih cukup fit krena masih belum terlalu jauh kami melakukan perjalanan touring ekspedisi ini. Setelah keluar dari perbatasan dan meninggalkan kota Cirebon mengarah ke kota Pemalang, road captain langsung membuat formasi barisan menjadi 1 baris karena akan menaikan kecepatan. Tak lama kemudian road captain memberi akses bebas bagi 2 rider yaitu Bro Rian dan Gandhi yang menggunakan Ban Michelin Pilot Street Bias dan FDR XR Soft Compound untuk bebas melaju lebih cepat di track lurus guna melakukan test kemampuan ban pada track lurus beraspal mulus.

Dalam beberapa detik kedua rider anggota team tersebut sudah tak nampak lagi dari pandangan road captain. Cukup kencang mereka membesut kuda besinya membelah malam dijalur pantura. Sisa anggota rombongan lain tetap berada dalam barisan dibelakang road captain yang memacu motor dengan kecepatan rata-rata 90-100km/jam

Memasuki daerah Tanjung ternyata jalan aspal tidak terlalu mulus, jalur ke arah Pemalang banyak sekali tambalan-tambalan dijalan yang membuat kontur jalan tidak rata dan banyak bumpie. Kedua rider yang di tunjuk tadi sudah lepas menghilang meninggalkan asap-asap dari knalpot 2T ninja mereka.

Team sedikit menurunkan kecepatan mengingat banyaknya jalan bumpie dan lubang kecil yang cukup membahayakan bila dilalui degan kecepatan tinggi. Jalur pantura memang tidak pernah mulus hanya diwaktu-waktu mendekati musim liburan hari raya baru biasanya kondisi jalanan di jalur pantura agak sedikit bagus.

Tak berselang lama road captain di hampiri 2 rider lain yang juga ingin melakukan riview pada ban mereka, yaitu Bro Ozi dengan ban Battlax 090 dan bro Dhimas dengan ban Michelin Pilot Street Radial. Road captain pun memberi tanda jempol untuk meng-acc mereka. Terjadi duet diantara keduanya, bukan untuk arogan atau ugal-ugalan dijalan tapi untuk menguji coba ban-ban yang kami pakai, keputusan itu diambil pun juga karena kami ridding tengah malam dan jalanan sangat lenggang.

Dari kejauhan terlihat motor kedua rider itu sedikit lompat-lompat seperti lajunya seekor kuda. Jalanan bergelombangnya parah dan ada lubang-lubang besar yang tak terlihat dari kejauhan, imbu bro Dhimas bercerita saat melaju cukup kencang di jalur itu.

Team terus membelah jalur pantura malam itu, setelah ridding sekitar 3-4 jam dari Cirebon akhirnya team memutuskan berhenti di Alas Roban, di warung-warung jajanan dan kopi pinggir jalan. Untuk bikers yang suka membelah jalur pantura pasti sangat familiar degan spot ini karena memang sering dijadikan tempat peristirahatan saat touring.

Sambil beristirahat sejenak dan ngopi-ngopi, beberapa anggota team pun berbincang membicarakan tentang riview ban-ban yang mereka lakukan. Track masih dominan lurus sejauh ini, jadi masih oke cuma beberapa kali kena jalan bumpie bergelombang bekas tambalan-tambalan yang tidak rapih serta bekas tapak-tapak truck yang berisi beban berat yang membuat aspal menjadi cekung.

“Beberapa kali ban gue slidding dan lost grip ketika melibas track bumpie,” ujar Rian yang menggunakan Michelin Pilot Street Bias. “Gue juga hampir jatoh pas ban belakang geser sedikit lost grip saat melibas jalan tambalan,”sambut Gandhi yang menggunakan ban FDR Sport XR Soft Coumpond.

Ternyata memang kontur jalan itu cukup membuat tidak nyaman bagi kedua rider yang melakukan uji coba itu. Seperti ada bekas tetesan-tetesan solar dari truk yang bercampur oli yang menyatu degan aspal membuat ban banyak kehilangan traksinya ke aspal.

Team tertelap dalam obrolan hingga tak terasa matahari hampir menyapa di ufuk timur. Road Captain pun bergegas menginstruksikan team untuk bersiap melanjutkan perjalanan sekaligus menyusul Bro Ozi dan Bop Dhimas yang tidak nampak di Alas Roban krena mungkin mereka tidak berhenti.

Sekitar pukul 5 pagi team melanjutkan kembali perjalanan menuju kota Kudus sabagai check point 2. Memasuki kota Semarang, terang pagi hari sudah menyambut kami, aktifitas banyak pengguna jalan lainnya pun mulai memadati jalanan, hingga team mau tidak mau harus mengurangi kecepatan demi menghargai para pengguna jalan lain yang rata-rata akan melakukan aktifitas keseharian mereka.

Team membelah kemacetan kota Semarang ditengah lalu lalang aktifitas kendaraan yang begitu ramai menuju Demak dengan mata yang mulai terapa sepat dihajar teriknya matahari karena kami ridding menghadap terbitnya matahari dari arah timur. Diperbatasan kota Demak akhirnya kedua rider yang terpisah dari team terlihat sedang menunggu dipinggir jalan didepan sebuah pom bensin.

Memasuki kota Demak Bro Ozi dan Bro Dhimas kembali bergabung dalam rombongan dengan team. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju kota Kudus sebagai check point 2. Beberapa anggota team sudah mengeluh kelaparan karena terakhir kami makan adalah di kota Cirebon.

Road captain sengaja tidak memberhentikan team untuk sarapan pagi baik di Semarang, maupun di Demak, karena pengalaman touring sebelumnya biasanya setelah ridding membelah malam lalu paginya diistirahatkan dengan waktu yang lumayan lama, lalu perut diisi sarapan biasanya fisik para rider akan langsung drop karena adrenalin mulai menurun.

Sekitar jam 10 pagi akhirnya team tiba di kota Kudus. Di batas kota sudah menunggu anggota-anggota regional kami dari KNC Kudus untuk menjemput kami. Team pun langsung diarahkan ke Home Base KNC Kudus yang berada tak jauh dari kota Kudus. Setibanya di sekretariat KNC Kudus Ekspresi wajah mengantuk sudah tergambar jelas di raut wajah para anggota team ekspedisi, dan kami pun beristirahat total di rumah salah satu anggota KNC Kudus yang berhadap-hadapan dengan sekre mereka.

Sebagian dari anggota team langsung tergeletak dan terlelap dengan pakaian touring masih menempel dibadan mereka. Setelah sedikit berbincang-bincang ringan dengan saudara-saudara kami dari KNC Kudus hampir smua dari anggota team mulai terlihat mencari posisi tidur masing-masing dan terlelap dalam kelelahan mereka. Team menghabiskan siang itu di kota Kudus untuk istirahat dan tidur.

Menjelang magrib semua anggota team sudah mulai terbangun satu persatu lalu mempersiapkan diri untuk wisata kuliner malam di kota Kudus. Setelah menikmati “Tahu Gimbal” yang awalnya kami bingung itu santapan kuliner seperti apa yang biasa disantap oleh rekan-rekan kami di KNC Kudus yang pasti cukup lezat dan mengisi perut hingga hampir penuh.

Setelah kami menikmati kuliner malam dikota Kudus, team ekspedisi di ajak berkeliling kota Kudus dan kamipun singgah di depan taman sebuah pabrik salah satu merek rokok yang cukup terkenal di kota Kudus. Sambil bersantai dan ngobrol-ngobrol sejenak team melanjutkan jalan-jalan malam menuju Masjid Menara Kudus yang cukup sangat terkenal di kota ini.

Setibanya di Menara kudus kami berfoto-foto bersama. Masjid Menara Kudus ini adalah perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu. Sejarah berdirinya Masjid Menara Kudus, tidak lepas dari peran Sunan Kudus sebagai pendiri dan pemrakarsa. Sebagaimana para wali songo yang lainnya, Sunan Kudus memiliki cara yang amat bijaksana dalam dakwahnya. Diantaranya, beliau mampu melakukan adaptasi dan pribumisasi ajaran Islam ditengah masyarakat yang telah memiliki budaya mapan dengan mayoritas beragama Hindu dan Budha. Pencampuran budaya Hindu dan Budha dalam dakwah yang dilakukan Sunan Kudus, salah satunya dapat kita lihat pada Masjid Menara Kudus ini.

Malam semakin larut, dan sekitar jam 11 malam road captain pun meminta kepada tuan rumah KNC Kudus untuk membawa kami kembali ke home base mereka untuk kembali beristirahat dan prepare melanjutkan perjalanan menuju Surabaya pada esok harinya.

One thought on “KNC Indonesia Team 3 Explore Sulawesi: Rute Cirebon – Kudus

  1. I am commenting to let you know of the fine encounter my friend’s daughter found reading your site. She figured out many issues, not to mention what it’s like to have a wonderful giving mindset to have men and women quite simply have an understanding of selected hard to do subject areas. You really exceeded our expectations. Many thanks for giving the insightful, safe, explanatory and as well as easy thoughts on the topic to Jane.

Your comment: