Pertamina Enduro G.O.A – ‘Ride To The East’: Tiba Di Timor Leste

Setelah beberapa pekan, perjalanan touring “Duo Rider Enduro” Bro Angga dan Bro Adnan event bertajuk ‘Pertamina Enduro Go Out & Adventure – Ride To The East’ akhirnya tiba di negara tetangga Republik Indonesia yang terbaru yakni Timor Leste. Seperti apa keseruan perjalanannya, yuk simak kelanjutan kisah mereka berdua.

Resmi sudah Merah Putih 1 & 2 melintas di Bumi Loro Sae, Timor Leste. Kami melintasi pesisir pantai awalnya jalan lurus dan mulus kami lalui, namun baru beberapa kilometer kami lalui dari total 120an km menuju kota Dili, kami sudah dihadapkan dengan perbaikan jalan sepanjang beberapa puluh kilometer.

Hasilnya Merah Putih 1 terkena skrup panjang runcing dari sisa pengerjaan proyek. Saya mendorong sejauh 3km di daerah Atabae menuju bengkel terdekat.

Setelah Ban ditambal kami melanjutkan perjalanan, kami disambut sahabat dari Tmor Leste yang juga seorang bikers kawakan, Boy Sabak namanya, beliau sangat senang menjamu tamu bikers dari luar Timor Leste, Kami lalu melanjutkan perjalanan menuju kediaman beliau di Dili, tapi hanya berselang beberapa KM ban kembali kempes karena tambalan lepas, kembali Merah Putih 1 harus di dorong hingga bengkel yang berjarak 2 kilometer.

Bukan berarti masalah selesai, karena bebebrapa KM berselang kembali tambalan lepas dan Merah Putih 1 harus di dorong perlahan. Kami putuskan menggunakan ban dalam ,karena sulitnya mencari ban dan minim peralatan Ban baru dapat terpasang setelah pukul 12 malam berkat bantuan warga yang memiliki bengkel meskipun sudah tutup tp mau membantu kami. Akhirnya pukul 2 pagi kami tiba di Kota Dili dan bermalam di rumah saudara Boy Sabak

Kami memang lalai tidak menggunakan cairan anti bocor pada ban, seharusnya hal sepele tadi menjadi perhatian untuk kami, dan ini adalah pengalaman berharga.

Keesokan hari kami memulai perjalanan menuju Tutuala dengan mengeksplore kota Dili. Ada kebanggan tersendiri saat kami bisa menyambangi kedutaan Besar Indonesia di Timor Leste sayangnya kesibukan duta besar membuat kami tidak bisa bertemu dengan beliau.

Lalu kami berfoto di Tugu B.J Habibie yang baru diresmikan tanggal 29 Agustus 2019. Tugu ini dibuat sebagai bentuk terima kasih kepada B.J Habibie (sebagai Presiden yang menjabat tahun 1999) atas 2 Opsi Otonomi Khusus & Referendum.

Peresmian Jembatan ini dihadiri oleh Menteri PUPR Bapak Basuki Hadimuljono sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk menghadiri Peringatan ke-20 Hari Pelaksanaan Jajak Pendapat di Dili, Timor Leste. Kemungkinan kami adalah bikers asal Indonesia Pertama yang berfoto di jembatan B.J Habibie tersebut.

Semoga Tugu ini bisa menjadi salah satu Destinasi yang akan di kunjungi bikers Indonesia 🇮🇩 ketika singgah di Dili, Timor Leste 🇹🇱 Destinasi berikutnya di kota Dili adalah Patung Cristo Rei di bukit Fatukama, dibawahnya pantai berpasir putih yang indah.

Patung Cristo Rei didesain oleh Mochamad Syailillar/Bolil. Pembuatan patung dikerjakan di Sukaraja, kota Bandung selama hampir satu tahun. Patung ini diresmikan oleh presiden Soeharto pada 15 Oktober 1996 sebagai hadiah dari pemerintah Indonesia kepada masyarakat Timor Timur.

Karena alasan waktu kami hanya berfoto dari bawah, padahal kalau kami menaiki bukit akan melihat kota Dili dari ketinggian. Perjalanan selanjutnya adalah Tutuala, Ujung 0 km Timor Leste.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *