Pertamina Enduro G.O.A – ‘Ride To The East’: Service Suzuki GSX150 Bandit

Demi kelancaran perjalanan touring “Duo Rider Enduro” Bro Angga dan Bro Adnan event bertajuk ‘Pertamina Enduro Go Out & Adventure – Ride To The East’. Tidak lupa mereka berdua melakukan service Suzuki GSX Bandit 150 yang menjadi tunggangan andalan mereka.

Sebelum menuju PLBN Motamasin untuk memasuki Timor Leste kami kebali memeriksa kesiapan fisik kendaraan. Sejak berangkat dari Jakarta hingga Kupang dengan jarak tempuh 2780km Suzuki GSX150 Bandit belum mengalami penurunan performa.

Padahal rute yang kami lalui bervariasi mulai dari Pulau Jawa dengan kemacetannya, Pulau Sumbawa yang panas dan Flores yang berkontur jalam naik turun gunung. Suzuki GSX150 Bandit benar-benar kami siksa hingga limitnya.

Di Kupang kami singgah di Bengkel Resmi Suzuki Surya Mahkota Kencana, untuk memeriksa secara detail Suzuki GSX150 Bandit. mulai dari penggantian oli dengan Pertamina Enduro type Racing SAE10-40, cek kekencangan semua baut yg menopang mesin, air radiator dan ketebalan kampas rem, tidak lupa membersihkan saringan udara

Yang membuat mekanik tercengang adalah ketegangan rantai belum mengendur sama sekali, bisa dipastikan sejak berangkat dari Jakarta hingga Kupang Suzuki GSX150 Bandit masih dalam kondisi fit dan prima.

Secara kebetulan kami bertemu Bapak TNI yg sedang melakukan service rutin Motor Suzukinya, dan beliau juga berasal dari Tutuala, beliaupun memberikan informasi kondisi terakhir Timor Leste. Mulai dari sisi keamanan hingga kondisi jalan, boleh dibilang kami sangat beruntung hari itu karena secara kebetulan pihak Suzuki Jepang sedang melakukan visit ke Kupang, mereka kagum dengan performa Suzuki GSX150 Bandit.

Terima kasih Suzuki Surya Mahkota Kencana Kupang Semakin yakin kami untuk melibas rute selanjutnya … Timor Leste !

Esok harinya jam 08.00 WITa kami bergerak menuju Timor Leste, namun kami ingin mengunjungi juga beberapa pintu perbatasan yang ada, yaitu Pintu Perbatasan Wini, pintu perbatasan Motamasin dan pintu perbatasan yang akan kami lalui, Border Motaain.

Untuk menuju Perbatasan wini rute yang kami lalui tidak mudah, selepas kupang hingga daerah Kefamenanu angin berhembus sangat kencang dari arah timur, angin samping terkadang membuat kami oleng meskipun tidak sampai membahayakan tapi cukup membuat kami ekstra hati-hati.

Memasuki wilayah Wini suguhan bukit btu berwarna hitam memyambut kami, sesekali kami melintasi rumah adat yg masih kokoh berdiri dengan atap rumbia keringnya. Memasuki Border Wini kami hanya berfoto disini, setelah puas mengabadikan moment kami melanjutkan perjalanan menuju kota Atambua.

Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan mengunjungi Border Motamasin, disini suguhan jalan yang sesekali penuh lubang, sesampainya di perbatasan motamasin yang artinya Sungai Garam kami langsung berfoto ria. Di perbatasan ini sangat megah gedung lintas batas sisi Indonesia. Selesai berfoto kami kembali ke kota Atambua untuk mempersiapkan diri menuju timor leste dari perbatasan motaain esok hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *