Catatan Touring Solo Ride CELEBES 240° Bro Ardian Ferdiansyah

SOLO RIDE CELEBES 240° adalah program kegiatan bermotor yang dilakukan seorang diri yang dilakukan oleh Bro Ardian Ferdiansyah asal Jakarta, family man yang memiliki seorang istri dan 2 orang anak dewasa yang harus ditinggalkan untuk waktu 17 hari.

Ya, dengan estimasi waktu ±17 hari  perjalanan ini Solo Ride CELEBES 240º dimulai dari Makassar sampai ke Likupang-Bitung dan kembali lagi ke Makassar (memutarin dua pertiga dari pulau Sulawesi dari bagian bawah ke atas dan sebaliknya). Perjalanan ini menempuh jarak total ±5000 Km dan dimulai dari tanggal 12 s/d 28 Januari 2021.

Solo Ride CELEBES 240º mengusung Misi & Tujuan:

  1. Mengeksplorasi dan mempublikasikan keindahan & keunikan potensi wisata-wisata lokal di Indonesia
  2. Menumbuhkan motivasi bagi masyarakat secara umum dan para rider secara khusus untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata lokal di Indonesia, dengan harapan bisa mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat
  3. Ikut berpartisipasi sebagai warganegara NKRI dengan berkontribusi secara aktif memperkenalkan keindahan dan keunikan Alam Indonesia, baik kepada Domestik dan Internasional melalui medsos ataupun media lainnya.

Bro Ardian mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Agogo Cake and Bakery ,Jl. Wolter Monginsidi, Girian, Bitung (Sulawesi Utara) yang telah mendukung berjalannya program ini.

Berikut ini adalah catatan perjalanannya yang disampaikan kepada redaksi MotoBikerz.com dan semoga bermanfaat dan menginspirasi untuk kita semua. Bagi yang ingin melihat foto-fotonya, silahkan klik Instagram @ardian.ferdiansyah

Day 1 : 12/01/2021
Rute : Jakarta-Makassar (by flight)-Parepare-Pinrang

Day 2 : 13/01/2021
Rute : pinrang-polewali-majane-mamuju

Day 3 : 14/01/2021
Rute : mamuju-topoyo-karossa-pasangkayu-donggala-palu

Sebagian besar rute ini didominasi track yg ber-kelok2 & jalanan puanjang yg muluss..menjelang sore ±jam 3 ujan deress dari karossa-donggala. Gempa terasa saat di karossa (mamuju utara).

Day 4 : 15/01/2021
Rute : Palu-Bangkir
Wet Riding & Longsor. Dgn adanya kejadian gempa baru2 ini, sebenarnya membuat diri agak was2 via lintas barat. Krn sepanjang jalan yg dilewatin adalah pesisir pantai dikiri dan tebing batu/tanah di kanan. Sehingga yg terpikir selama perjalanan adalah kemungkinan tsunami & tanah longsor 🙈

Pada kenyataan tsunami tdk terjadi, tp titik2 banjir & longsor banyak ditemui sepanjang jalan, akibat curah hujan yg terus menerus. Jadi riding kali ini memang extra effort, khususnya saat melintasin titik-titik longsor tanah dan batu2..kontur jalanan dirute ini cenderung menanjak dan menurun, walaupun berupa aspal, tetapi menjadi berbeda setelah dibalut runtuhan tanah basah yg jatuh dr tebing2.

Diantara titik-titik longsor tsb, ada 2 titik yg terparah, dimana kendaraan roda 4 berhenti total, krn msh menunggu alat berat utk penangannya.(sayangnya tdk sempat didokumentasi, krn fokus dgn handling motor saat itu). Sedangkan utk roda 2 msh bisa melintasinnya, hanya perlu extra hati2 dlm handling agar tdk tergelincir. Apalagi akuh, klo misal gubrak..bakalan susah angkat motornya sendiri 😁

Day 5 : 16/01/2021
Rute : bangkir-tolitoli-buol
Riding hari ini lumayan seru & asyik, didukung pula cuaca cerah sepanjang jalan. Sebagian besar rute ini adalah track tikungan dgn kondisi aspal mulus, cocok bagi pemotor yg menyukai sensasi berselancar diaspal 😁 Sepanjang perjalanan mata kita dimanjakan dgn berbagai pemandangan2 indah.

Day 6 : 17/01/2021
Rute : buol-paleleh-lilito-gorontalo utara-kwandang-boroko-busisingo

Sampai dengan hari ke-6 ini, akhirnya terlintas 5 Propinsi, yaitu : Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo & Sulawesi Utara.

Rute hari ini kalo boleh kasih judul : sadizz bin kezaam 😁 Cuaca kembali cerah sepanjang hari seperti kemarin. Track tikungan aspal mulus mendominasi, dgn bentuk tikungan2 panjang yg membuat kita bisa cruising secara konstan dgn menambah bukaan gass motor. Disisi lain lukisan2 alam kembali memanjakan mata kita sepanjang jalan. Tidak terhitung brp kali saya harus berhenti, baik utk foto ataupun sekedar diam memandangi keindahan alam. Foto2 & video2 yg dihasilkan belum bisa merefleksikan secara sempurna spt apa dilihat oleh mata langsung. Mata kita yg multi dimensi dgn jutaan megapixel membuat kita sadar bahwa Tuhan Luar Biasa..dan kita manusia sangat kecil dibandingkan alam ciptaanNya.

Day 7 : 18/01/2021
Rute : busisingo-tanahwangko-amurang-manado-bitung

Done – Etape 1
Awalnya sempat ragu tdk bisa masuk ke manado, krn berita banjir & longsor yg menyebabkan beberapa akses jalan tdk bisa dilalui. Tapi setelah mendapat info bahwa banjir telah surut dan bbrp titik longsor sudah dibersihkan, khususnya di tanahwangko sdh bs dilalui…jadi dilanjut gass saja 😁

Rute hari ini track berkelok2 tetap ada, tapi lebih dominan jalanan2 lurus panjaang, dimana kita bs speeding kendaraan kita dgn maksimal. Menjelang 15km sebelum memasuki kota manado, cuaca mendadak berubah menjadi drastis…mendung dan tidak lama hujan turun dgn deresnya. Berbeda sekali dgn kondisi cuaca dari 2 hari sebelumnya. Rute hari ini menandai berakhirnya rute keseluruhan dari Etape 1 yg selesai di Titik Nol Trans Sulawesi, Bitung.

Dalam perjalanan bermotor s/d hari ke-7 ini, boleh dikatakan secara keseluruhan kondisi jalan Trans Sulawesi dari Lintas Barat (sisi kiri pulau Sulawesi) adalah Bagus, walau ada beberapa lokasi yg kondisi jalannya agak rusak, tapi boleh dikatakan sangat minor dibandingkan keseluruhan kondisi jalan Trans Sulawesi yg terawat.

Di hari ini akhirnya bs bertemu kembali dgn istri pula, yg sdh mendarat lebih dulu di bandara beberapa jam sebelumnya. So bisa tidur pulas malam ini jo 😁

Waktunya cuci pakaian2.. hibernasi bbrp hari, sebelum lanjut etape 2 😁

Day 10 : 21/01/2021
Rute : bitung-manado-tomohon-tondano-langowan-ratatotok-kotamobagu

Start Etape 2
Dua hari hibernasi (day 8 & 9) lumayan membuat fisik & mental lebih fresh 😁 Sebelum memulai etape 2 ini, saya melakukan service + ganti oli karena odotrip menunjukan +2200km jarak yg telah ditempuh. Beres, lanjut riding dgn target hari ini adalah Kotamobagu. Hujan stop’n go sepanjang jalan, membuat berkali2 berhenti lepas pasang jas hujan. Tidak dilepas panass, tdk dipakai basah 🤦😅 Walau demikian, overall track & view sepanjang jalan tetap Top abisss…

Day 11 : 22/01/2021
Rute : kotamobagu-dumoga-gorontalo

Stick to the plan
Hasil diskusi dgn teman, sebenarnya ada opsi penyebrangan kapal ke rute sisi kanan celebes via gorontalo ke pagimana-luwuk. Terdorong keinginan utk mencoba, dimana bertepatan adanya jadwal penyebrangan di hari ini. Maka utk mengejar waktu, riding kali ini dilakukan dini hari. Terbangun pada pukul 3 pagi, langsung packing+mandi, dan mulai berkendara pada pukul 4.30 subuh. Perjalanan dini hari ternyata cukup enak, karena udara masih sejuk dan kondisi lalu lintas sepi sekali (padahal jam2 biasa aja sdh sepi 😁), hanya agak gimana2 gitu suasana nya… sendirian gelap2an dijalan, terkadang ada yg berkabut 🙈😁.

Matahari mulai menampakan dirinya pada pukul 6 kurang dan suasana jalan tampak semakin terang, lukisan2 alam semakin terlihat. Foto2 terus dilakukan selama perjalanan, spy ada kenangan2 yg bs terus disimpan dikemudian hari 😘 Tiba di gorontalo pukul 11 pagi, dijemput oleh teman langsung menuju ke pelabuhan penyebrangan kapal. Info yg diterima saat dipelabuhan bahwa beberapa prosedur harus dipenuhi, spt wajib dilakukan kembali RT antigen & harus memiliki surat keterangan jalan sesuai regulasi yg berlaku. Mempertimbangkan hal2 tsb dan durasi perjalanan yg akan semakin bertambah, maka akhirnya saya putuskan utk membatalkan perjalanan ke Luwuk (semoga di lain waktu masih diberi kesempatan.. mungkin harus ada etape khusus utk sisi kanan celebes ini 😁).

Day 12 : 23/01/2021
Rute : gorontalo-marisa-moutung-tinombo

Gass teruss sampe kenyang 😁 Kembali dgn itinerary awal, etape ini kembali dilanjutkan via pesisir selatan. Riding kali ini atas rekomendasi teman, mengunjungi beberapa obyek wisata yg sejalan dengan rute, seperti : benteng otanaha, pantai bolihotua & pantai pohon cinta.

Ada beberapa titik2 perbaikan jalan & jembatan darurat dirute ini, tapi dominasi jalan panjang, mulus dan berkelok2 asyik seakan tetap menjadi ciri khas dari kondisi jalan celebes. Cuaca cerah pada awalnya, tapi lebih kurang 150km sebelum kota tujuan, hujan mendadak turun dan semakin deras saat kembali melintasi pesisir pantai. Hujan deras yg disertai angin bertiup lumayan kenceng menerpa dari sisi kiri, motor sempat terasa bergoyang sepanjang lintasan ini.

Ada teori yg pernah saya dengar bahwa saat diterpa angin kencang, sebaiknya kendaraan dipacu lebih cepat atau konstan, agar lebih stabil. Tapi dengan kondisi hujan yg deras & kaca helm yg terus menerus diguyur air, tentunya diperlukan konsentrasi riding extra utk menselaraskan putaran gass dengan jarak pandang yg terbatas. Hujan tak berapa lama mulai mereda menjadi gerimis, dan ya koq aneh tiba2 rasa ngantuk mulai menyerang 😁

Nah..kalo ini tdk ada kompromi, harus berhenti..perjalanan menuju finish masih panjang, safety riding tetap harus diutamakan. Berhenti disebuah warung utk sekedar nge-teh + makan mangga, berharap mangga nya asam yg bs membuat mata melek, eh ternyata mangga nya manis & enak..jadi ya dihabiskan saja 😁 Hilang rasa ngantuk, perjalanan dilanjutkan kembali dgn bonus cuaca adem, krn hujan2an kembali, hingga tiba di Tinombo sekitar pukul 5 sore dan langsung menuju penginapan.

Day 13 : 24/01/2021
Rute : tinombo-siney-parigi moutong-poso-tentena-meko-pendolo

On Road & Dual Purpose
Memulai riding hari ini dari penginapan di Tinombo sekitar pukul 8 pagi, ± 20 km pertama kondisi jalan aspal berpasir di tikungan2, dan bbrp titik jalan rusak & yg hrs diwaspadai saat memacu kendaraan. Oiya, satu hal yg perlu diwaspadai sepanjang jalan Trans Sulawesi, baik dari sisi utara maupun selatan adalah hewan2 peliharaan, seperti : sapi, kambing, anjing & ayam yg terkadang tiba2 bisa hadir di tengah jalan menyapa kita😷😁. Entah apa yg ada dalam benak pikiran mrk atau apa sebenarnya yg mrk rindukan…dengan santai nya tiba2 mereka bisa tiduran ditengah jalan ataupun menyebrang 🙈😁 tapi asalkan kita memacu kendaraan kita dgn waspada, hal tsb bs diantisipasi & aman.

Target awal perjalanan hari ini adalah Tugu Khatulistiwa Celebes, karena sudah diwanti2 teman tdk afdol bila para biker tdk mampir kesana katanya 😁 Hanya ada 2 tugu khatulistiwa di Indonesia, yaitu di Pontianak dan satu lagi di Desa Siney, Tinombo Selatan. Tugu ini menandai titik perlintasan khatulistiwa sebagai titik penentu utara, selatan (cmiiw : koreksi saya bila salah)

Cuaca lumayan panas saat tiba di tugu equator tsb. Dan berhubung tugu ini entah kapan akan dilewatin lagi, maka saya mencoba mencari org2 sekitar utk minta tolong fotokan, tapi tdk saya temukan disekitar tugu. Akhirnya dgn terpaksa, sy menggunakan jurus andalan terakhir dlm dunia persilatan, yaitu menyatukan telapak tangan 🙏 sambil menghentikan 1 motor yg lewat utk minta tolong…terima kasih sdh fotokan ya utk bapak yg kaget2 sy stop 😁🙏

Memasuki daerah parigi moutong jalan Trans Sulawesi tak ubah nya seperti jalan Tol gratisan, track lurus yg panjang sepi mungkin ada lebih kurang 200km, kendaraan kita bisa dipacu lebih tinggi kecepatannya. Hingga tak terasa jam 13.00 an sdh tiba dikota poso. Wew, jarak 300km hanya ditempuh dlm 5 jam sdh termasuk berhenti sarapan, & foto2 sepanjang jalan.

Saat makan siang di Poso, informasi yg saya terima dari pemilik rumah makan bahwa saya sebaiknya mampir ke 1 spot dgn view yg bgs, yaitu Pada Marari, serta menikmati pemandangan2 bgs sepanjang pesisir Danau Poso. Karena itu, saya disarankan memilih jalur sebelah kanan via Meko saat tiba dipersimpangan Tugu Patung di Tentena. Rute kali ini mulai asyik plus deg2ser, krn sendirian… bentuk jalanan yg kecil, tidak semua bagus, sebagian adalah aspal lepas, tanjakan turunan, berbatu, berpasir, genangan air & sepi..dual purpose uhuy 😁

Di 1 lokasi dirute ini sempat saya temukan banyak Pura sepanjang jalan sbg tempat Ibadah umat Hindu. Dari hasil pembicaraan saya dengan penduduk setempat yg ramah, ternyata daerah tsb dihuni oleh sebagian besar masyarakat Bali, yg bertransmigrasi di tahun 1979.

Rute Tentena-Meko menuju rest di Pendolo bagi saya pribadi luar biasa pengalamannya, walau kondisi jalan tdk semua bagus, tapi sangat worthed utk dilewatin, karena pemandangan mulai dari pesisir danau poso, persawahan & perbukitan adalah luar biasa utk dinikmatin sepanjang jalannya..sekali lagi foto2 & video2 tdk bisa merefleksikan apa yg dilihat oleh mata langsung.

Akhirnya tiba di penginapan pukul ±18.30 di Pendolo. Puas rasanya rute hari ini 😁

Day 14 : 25/01/2021
Rute : pendolo-masamba-palopo-rantepao (toraja)

Riding asyik santuy 😁
Berhubung hari ini jarak tempuh yg dituju tdk terlalu jauh, maka agak santai saya keluar dari penginapan. Perjalanan hari ini melintasin pegunungan dgn kontur jalan yg naik turun & berkelok. Lebih kurang 40 km awal perjalanan terdapat beberapa titik perbaikan & longsor. Area yg dilewatin ini adalah hutan lindung & kondisi jalan agak tricky…basah bekas hujan, berpasir, sempit & terkadang ada pohon2 yg tumbang ditengah jalan, jadi harus lebih hati2 agar tidak tergelincir…terdapat beberapa spot pemandangan cantik sepanjang jalan ini. Dgn melintasin rute ini, akhirnya saya memasuki kembali perbatasan propinsi dari sulawesi tengah ke sulawesi selatan.

Tiba di Masamba pukul 12 an, dijemput oleh om nawar utk makan siang, dan kemudian lanjut bertemu dgn teman2 lainnya. Sharing & diskusi dari teman2 menjadi masukan yg baik bagi saya utk menuju ke toraja & rute berikutnya. Ada 2 opsi rute menuju Toraja, yaitu melalui batusitanduk (dual purpose) & palopo (full aspal), saya putuskan melalui palopo, agar bisa lebih cepat tiba.

Lewat dari kota palopo menuju rantepao, track menjadi asyik..berkelok2 ±60 km spt mie keriting di google map 😁 ada 1 titik dimana kita harus melalui jembatan gantung darurat, karena longsor. Adapun proses perbaikan jembatan utama masih sedang dikerjakan. Jembatan gantung darurat ini hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda 2 saja, tapi tidak utk roda 4, jd mereka hrs melewati opsi rute lainnya. Akhirnya tiba dirantepao pukul 5 an sore. Siap2 kita explore Toraja 😁

Day 15 : 26/01/2021
Explore Toraja :
– Pasar Bolu (Perdagangan hewan utk upacara adat)
– Warung Pong Bori (kuliner makanan khas toraja)
– Ke’te Kesu (Rumah Adat Toraja)
– Londa Ancient Graveyard (Tempat Pemakaman Kuno adat Toraja)
– Patung Yesus memberkati (statue & landscape view)
– To’ Tombi Lolai (Landscape view)

Day 16 : 27/01/2021
Rute : rantepao-enrekang-sengkang-watapone-sindjai-bulukumba

-Tetap waspada, Safety Riding no.1-
Memulai riding dari penginapan sekitar pukul 7.30 pagi. Udara yg sejuk adem di Toraja terasa begitu pas & nyaman, tidak terlalu dingin dan tidak panas pula. Menginap 2 malam di Toraja, selain saya gunakan utk explore bbrp obyek wisata dan juga mencuci pakaian, krn stock sdh menipis 😁

Memasuki kabupaten Enrekang saya sempatkan berhenti berkali2 sepanjang jalan, baik untuk sarapan atau foto2 menikmati view persawahan, pergunungan & landscape gunung Nona yg luar biasa. Keluar dari area ini, cuaca mulai terasa panas. Dan rasa ngantuk mulai menyerang sepanjang perjalanan ini hingga ke daerah Bone, entah berapa kali saya hrs berhenti utk rest di warung2, baik utk sekedar ngopi dan menghilangkan ngantuk.

Durasi perjalanan ke tujuan tentunya menjadi lebih lambat dari perkiraan karena hal ini. Tapi hal itu tidak masalah, krn keselamatan berkendara adalah diatas segala nya bagi saya. Akhirnya tiba di kota Bulukamba pada pukul 18.00 dan langsung menuju penginapan. One day to go..

Day 17 : 28/01/2021
Rute : bulukumba-bira-bantaeng-makassar

Finish – 0 Accident 🙏
Target terakhir point of interest (POI) dari itinerary hari ini adalah Titik Nol Km Sulawesi yg berada di Bira, ±40km dari kota Bulukamba tempat sy menginap. Kondisi jalan yg bgs dan sepi menuju Bira, ternyata hanya ditempuh ±30 menit. Tiba di lokasi sekitar pukul 8 pagi dan langsung menuju ke spot Tugu Titik Nol Km.

Ada excitement tersendiri saat berada di spot ini, karena selain keindahan view nya yg berada diatas tebing, dimana akhirnya bisa tiba juga di Titik Nol Km dari pulau Sulawesi. Lanjut dari spot ini, menuju ke Pantai Tanjung Bira & Pantai Bara dgn airnya yg jernih dan pasirnya yg putih.

Fasilitas & sarana di Bira terlihat sudah tertata dengan rapi, baik dari infrastruktur jalan, hotel atau tempat2 penginapan, rumah makan, dll. Sebenarnya masih banyak obyek2 wisata di Bira ini, yg terkenal sbg daerah satu2nya pembuatan Kapal Phinisi. Tapi karena keterbatasan waktu apa mau dikata. Perjalanan hrs dilanjutkan dan sejauh ini msh on schedule bisa finish di hari ke 17, dan jarak yg ditempuh sdh tdk jauh lagi hanya tersisa 190km.

Kelar sarapan nasgor merah khas sulawesi, perjalanan kembali dilanjutkan menuju target finish kota Makassar. Saat memasuki kota Bantaeng, tiba2 hujan turun dgn deras nya sepanjang perjalanan hingga 20km sblm masuk kota makassar. Hal ini membuat saya harus semakin extra hati2, apalagi biasanya kita bs lengah, krn sudah terburu2 mau tiba di tujuan akhir, sehingga accident mungkin saja dpt terjadi.

Nasihat yg selalu saya ingat dari seseorang adalah “Target akhir dari suatu perjalanan bukanlah seberapa jauh, seberapa cepat & seberapa banyak kita bs mengexplore suatu tempat, tapi yg terutama adalah kita bisa pergi & pulang kembali ke Rumah dengan Aman Selamat”.

Utk mencapai target itu artinya whatever it takes..apapun usaha harus semaksimal mungkin dilakukan, contoh-nya dengan selalu waspada, jarak pandang ke depan harus sejauh mungkin utk scaning kondisi jalan, tidak memaksakan riding dlm kondisi tdk fit, bila dirasa waktunya harus istirahat segeralah lakukan hal tsb, dll. Mindset inilah yg selalu berusaha saya tanamkan didlm pikiran saya.

°ºAkhirnya tiba Finish di kota Makassar pada pukul 14.30 di hari ke 17 ini. Sebenarnya ada pengalaman tersendiri yg tdk mampu sy ungkapkan dlm keterbatasan tulisan2 spt ini selama riding di Sulawesi. Ada hal-hal khusus yg secara pribadi akan selalu saya kenang.. Melalui berbagai daerah2 bencana alam (gempa, longsor, banjir) dan kondisi curah hujan yg tinggi, semuanya diloloskan hanya krn anugerah Tuhan saja 🙏

Ada satu hal yg mengherankan juga, dalam kondisi alam yg sdg bergejolak spt itu..saat saya melewati track2 jalan asyik & spot2 view indah dlm perjalanan ini, sebagian besar cuaca selalu bersahabat, sehingga saya bs menikmati & mendokumentasi utk mempromosikan keindahan pulau ini 🙏 Akhirnya 3 kata saja utk mengakhiri catatan perjalanan ini : “Celebes Luar Biasa” 👍

Your comment: