Motobikerz— Tahukah Anda di belakang truk-truk Hino yang gagah itu, ternyata ada 148 perusahaan lokal yang tersenyum lebar. Ini bukan sekadar soal mesin diesel atau kabin nyaman, tapi tentang Rp3 miliar transaksi tahunan dengan UMKM, serta sekitar 40%+ kandungan komponen lokal (TKDN), dan sekitar 1.578 pekerja yang bisa menghidupi keluarganya.
PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) pada hari ini (25/7) resmi mengumumkan bahwa ada 31 tipe kendaraan produksinya yang resmi bersertifikat TKDN 44,35-57,26% di ajang GIIAS 2025. Artinya? Setiap truk atau bus Hino yang keluar pabriknya di Purwakarta, hampir setengahnya adalah produk asli buatan dalam negeri.
Bukan Cuma Menghitung Persentase, Namun Memberi Makan Ribuan Keluarga
“TKDN bukan cuma angka di kertas, tapi juga lapangan kerja, pengurangan impor, dan UMKM yang naik derajat kelas,” tegas Harianto Sariyan, Direktur PT HMMI**, dalam talkshow di GIIAS.
Contoh nyata? PT Gemala Kempa Daya, PT Prima Rejeki Cikupa Abadi menjadi mitra strategis yang bantu Hino menekan impor komponen. Dan juga PT Nurindo – UMKM lokal yang dapat transaksi sekitar Rp3 miliar/tahun berkat kemitraan dengan Hino.
Selain itu 150.000+ pekerja secara tidak langsung; Mulai dari tukang las hingga sopir pengiriman, semua kebagian rezeki berkat kemitraan Hino dengan UMKM lokal.
Bayangkan kalau semua produsen otomotif ngikutin Hino. Impor turun, UMKM lokal bangkit, harga truk pun bisa lebih jauh lebih murah!
Proses Sertifikasi TKDN: Ketatnya Seperti Sidang Skripsi
Sekedar info tambahan, sebuah pabrikan truk dan bus sebesar Hino untuk dapat sertifikat TKDN dan BMP 14,10% harus melalui audit yang dilakukan oleh PT Surveyor Indonesia.
Mereka bertugas memeriksa berbagai dokumen: dari neraca keuangan sampai kontrak dengan pemasok. Mereka juga memeriksa soal asal bahan baku, bahkan gaji karyawan UMKM mitra,.
Hasilnya? Produk Hino sekarang jadi prioritas dalam tender pemerintah, berkat Inpres No. 2/2022 yang mewajibkan proyek negara pakai barang lokal.
Pabrik Hino: “Silakan Datang, Lihat Kami Las dan Rakit Truk dan Bus di Sini!
Berdiri sejak 1982, Hino memiliki pabrik seluas 75.000 unit/tahun di Purwakarta ini punya: 5 jalur produksi mulai dari mesin, transmisi, sampai perakitan bus. Pabrik dengan nilai investasi USD112,5 juta: Bukti Hino serius di Indonesia.
“Kami tak cuma jual truk, tapi juga membangun ekosistem industri,” tambah Harianto.
Sementara Kemenperin diwakili oleh Dhini Widya Utari memuji pencapaian Hino, “Ini bukti industri otomotif bisa berdaya saing tinggi sekaligus memberdayakan vendor lokal. Harapannya, merek lain ikut meniru.”
Mau lihat buktinya? Segera kunjungi booth Hino di GIIAS 2025! Di Hall 1 ICE BSD. Di sana Anda akan menjumpai truk dan bus Hino berkandungan TKDN tinggi serta cerita langsung dari engineer tentang rahasia produksi.